1. Persiapan
-
Sediakan space cukup di Harddisk (HD)
Ga tau minimal berapa, yang jelas untuk standard HD baru skarang minimal 20 GB, itu dah cukup.
Kalo ingin openSUSE ini jadi satu-satunya Operating System (OS) di komputer, maka ga masalah, pakai aja seluruh kapasitas yang ada.
-
Dengan asumsi telah ada OS Windows dan ada Partition Magic nya, segera partisi HD. Cukup buat 2 partisi dengan jenis file system Ext3 dan 1 jenis file sytem Swap, dengan formula sebagai berikut (nyontek dari tutorial mas vavai):
- 1.5 x Besar Memori RAM untuk Swap.
- 80% dari sisa HD (setelah dikurangi untuk SWAP) adalah partisi Ext3 (untuk root (/) )
- gunakan sisanya untuk Ext3 lainnya (untuk /home)
Partisi utama atau / (slash) bisa di analogikan sebagai drive C[System] di Windows.
Sedangkan partisi /home bisa dianalogikan sebagai Document & Setting.
Contoh : spek kompi : HD 20 GB, RAM 1 GB,
maka SWAP 1.5 GB, root 14.8 GB, dan /home 3,7 GB.
Loh, kalo ga punya PartitionMagic gimana?
Ya…install dulu :p
Kalo awalnya ga ada Windows ?
Sebenarnya bisa aja partisi pas nge-Install SUSE nya, tapi karena pengalaman pribadi belum pernah mengalami ini jadi ini diluar batasan masalah (hehehe…kaya sidang TA aja)
2. Restart Komputer
> Atur BIOS sehingga booting dari DVD ROM > masuk ke installer SUSE
3. Berikutnya ikuti intuisi :
Next > Next > Next …. InsyaAlloh kompi nya ga akan meledak n_n.
4. Nah, hati-hati saat Keasyikan maenan Next.
Saat sampai di bagian Installation Settings, pastikan partisi yang telah kita buat tadi terisi dg benar untuk /, /home, dan swap. Karena penamaan drive disini tidak pake huruf C, D, dll, maka gunakan intuisi kembali n_n, lihat ukurannya (MB atau GB). Jika telah benar, sesuai dg yg diharapkan, skip no.5 dan teruskan di no.7.
5. Jika belum memuaskan, klik link Partitioning.
Disana akan ditemui 4 pilihan. Pilih Create Custom Partition Setup. Klik Next. Pilih primary partition.
6. Pertama kali yang kita buat adalah partisi untuk /. Pilih :
-
Mountpoint : /
-
FileSystem : Ext3 (default)
-
Start Cylinder : 0 (default)
-
End : +XX GB
untuk komputer yang ada OS lain, biasanya memiliki nilai start cylinder tidak 0. Biarkan saja begitu. Yang penting, untuk End, jika kita ingin memberikan 14.8 GB pada partisi root, maka ketik +14.8GB.
Setelah selesai, klik OK dan ulangi untuk partisi lain. Khusus partisi swap, tidak perlu melakukan setting mount point karena akan secara otomatis dibuatkan saat kita mengganti FileSystem = Swap.
7. Proses selanjutnya adalah kembali melakukan ritual Next dan mainkan intuisi
(sengaja , biar tutorial nya tidak terlalu panjang :p).
8. Pada saat komputer restart sendiri, jangan panik,
instalasi masih berlanjut, biarkan dia booting ke sistem linux kembali. Dan proses instalasi akan dilanjutkan secara otomatis.
9. Setelah selesai melakukan instalasi, selanjutnya adalah memberikan password untuk root.
Root ini bertindak sebagai administrator sistem. User yang paling berkuasa.
10. Selanjutnya adalah pemberian nama host name, setting hardware, mengetes koneksi internet
(khusus hal ini di skip aja, biar ga lama, karena bisa di atur nanti).
Metoda authensifikasi : karena untuk lokal, saya memilih local (/etc/password). Next.
11. Selanjutnya OpenSUSE akan melakukan deteksi hardware.
Doa’akan saja openSUSE melakukan deteksi dengan sempurna, karena kalo ada yg salah saya blum tau harus di apa kan (belum nyampe ilmunya
). Yang terpenting adalah resolusi layar yang ada pada deteksi Graphic Cards. Pastikan ini sesuai dengan resolusi yang diinginkan. Pilih Test the Configuration untuk mengetesnya.
12. Instalasi selesai.
Feelings are not supposed to be logical. Dangerous is the man who has rationalized his emotions